Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat https://mathjournal.unram.ac.id/index.php/Rengganis <p align="justify"><img src="/public/site/images/denyadmin/rengganis_logo.png" width="85" height="85"><strong>Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat</strong> merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Mataram memuat artikel-artikel ilmiah mengenai berbagai aktivitas pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dari berbagai disiplin ilmu diantaranya kependidikan, matematika dan sains, sosial, pertanian dan peternakan, bahasa, bisnis dan ekonomi, teknik dan kejuruan, serta kesenian.</p> <p align="justify">Frekuesi terbitan sebanyak 2 kali, yakni <strong>Mei</strong>&nbsp;dan <strong>November<br><br></strong>p-issn: 2797-1708<br>e-issn: 2797-1694<br>Akreditasi <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/13260">Sinta-4</a></p> en-US rengganis.jurnal@unram.ac.id (Dr. Amrullah, M.Si.) dwinovitasari@unram.ac.id (Dwi Novitasari) Wed, 23 Sep 2026 04:05:53 +0100 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Integrasi Konsep Cultural Heritage Virtual Tourism dalam Mendukung Desa Budaya Tulusbesar Sebagai Destinasi Wisata https://mathjournal.unram.ac.id/index.php/Rengganis/article/view/946 <p>Eksistensi budaya di Desa Tulusbesar juga terancam karena berkurangnya minat dari masyarakat terhadap pelestarian budaya di sana. Padahal, potensi budaya yang dimiliki Desa Tulusbesar cukup besar yaitu kesenian bantengan, kuda lumping, karawitan, topeng Malang, kerajinan tangan, dan berbagai macam produk seni seperti wayang, kerajinan pahat, dan wayang orang. Tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat mengusung program <em>Cultural Heritage Virtual Tourism (CHVT) </em>pada Desa Budaya Tulusbesar. Tim pelaksana menggunakan kamera 360 untuk pembuatan virtual tour di Desa Tulusbesar. Adapun enam titik tersebut adalah Padepokan Mangun Dharma, Sanggar Srikandi, Sanggar Lintang Pandu Sekar, Panggung Terbuka, Gerbang Utama, dan Gor Gulat Desa Tulusbesar. Konten yang akan disajikan adalah berbagai video pertunjukan seni budaya (seperti tari topeng, bantengan, dan sebagainya) serta gambar-gambar dokumentasi produk seni yang dihasilkan di Desa Tulusbesar. Inovasi produk yang dihasilkan dalam program pengabdian ini diberi nama TulusGo sebagai konsep CHVT di Desa Tulusbesar. Peningkatan kompetensi digital menjadi sangat krusial dalam hal ini. Pelatihan terdiri dari pengenalan konsep CHVT dan operasionalnya, kompetensi digital untuk peningkatan layanan publik, serta peluang penggunaan AI pada desa digital.</p> Dediek Tri Kurniawan, Rizky Firmansyah, Adelia Shabrina Prameka Copyright (c) 2026 Dediek Tri Kurniawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://mathjournal.unram.ac.id/index.php/Rengganis/article/view/946 Wed, 23 Sep 2026 07:34:05 +0100