Gerakan Menanam Mangrove Bersama SMPN 3 Mataram Di Sungai Mujang Ampenan Tengah

  • Mulya Lestari Universitas Mataram
  • Baiq Julia Setyaningrum
  • Fahmi Firdaus
  • Ni Kadek Nirmala Wilwatikta
  • Nani Kurniati Universitas Mataram
  • Fitria Haryani SMP Negeri 3 Mataram
Keywords: Sungai Muara Jangkok, Pantai Ampenan, Pohon Mangrove

Abstract

Sungai Muara Jangkok atau biasa disebut Sungai Mujang adalah sungai yang bermuara di Pantai Ampenan. Berdasarkan analisis permasalahan yang terjadi di pesisir Pantai Ampenan, menanam pohon mangrove merupakan solusi yang tepat untuk diterapkan di kawasan ini. Selain sebagai upaya pelestarian lingkungan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa dan masyarakat sekitar untuk menjaga dan melestarikan lingkungannya melalui partisipasinya dalam kegiatan penanaman pohon mangrove. Pengabdian ini dilaksanakan di Sungai Muara Jangkok, sebuah lokasi strategis yang memiliki dampak langsung pada kondisi Pantai Ampenan. Subjek pengabdian mencakup siswa SMPN 3 Mataram dan masyarakat sekitar Sungai Muara Jangkok. Metode kegiatan pengabdian masyarakat yang digunakan adalah metode penyuluhan dan metode demontrasi. Desain pelaksanaan eksperimen lapangan mencakup empat tahap utama: persiapan dan edukasi, pengumpulan dan persiapan bibit mangrove, pelaksanaan penanaman mangrove, serta pemeliharaan dan monitoring. Hasil kegiatan mencakup mitigasi bencana abrasi, peningkatan kesadaran lingkungan, dan penguatan kerjasama antarwarga dalam menjaga ekosistem Sungai Muara Jangkok. Penanaman mangrove sebagai mitigasi bencana abrasi sangat bermanfaat baik bagi siswa, para pihak yang terlibat maupun bagi alam di masa depan.

Kata Kunci: Sungai Muara Jangkok; Pantai Ampenan; Pohon Mangrove

References

Administrator. (2022). Gelombang Ganas, Abrasi di Pantai Ampenan Semakin Parah Parah. Diakses dari Gelombang Ganas, Abrasi di Pantai Ampenan Semakin Parah Parah - Lombok Post (jawapos.com) pada 21 Desember 2023.
Apriyanti, D. (2021). Dampak dan upaya penanggulangan terjadinya abrasi menggunakan citra satelit studi kasus di wilayah Pesisir Tanjung Benoa Bali. Jurnal Ilmiah Geomatika, 1(1).
Halidah, H. (2014). Avicennia marina (Forssk.) Vierh jenis mangrove yang kaya manfaat. Buletin Eboni, 11(1), 37-44.
Hutasuhut, A. (2019). Analisis Perubahan Garis Pantai: Studi Kasus Di Pantai Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya).
Karim, I., & Makmur, M. (2019). Program Green Campus melalui Penanaman Pohon Ketapang Kencana (Termenelia mantily) dan Ki Hujan (Samanea saman) dalam Upaya Mengurangi Global Warming. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1). https://doi.org/10.31960/caradde.v2i1.103
Notoatmodjo S. 2012. Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Priyono Aris. 2010. Panduan Praktis Teknik Rehabilitasi Mangrove di Kawasan Pesisir Indonesia. Semarang. KeSEMat Press. 64 hal.
Rinjani, E. K., Panbriani, S., Auliya'Amalina, U., & Artayasa, I. P. (2022). Mitigasi bencana abrasi pantai melalui penanaman mangrove di Desa Seriwe, Jerowaru Lombok Timur. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 5(1), 226-230.
Sudianto, E. R. (2021). SEDIMENTASI MUARA SUNGAI JANGKOK. Penerbit NEM.
Winata, A., Yuliana, E., Cabe, J., Cabe, R. P., & Selatan, T. (n.d.). TINGKAT KEBERHASILAN PENANAMAN POHON MANGROVE (KASUS: PESISIR PULAU UNTUNG JAWA KEPULAUAN SERIBU).
Published
2023-12-30
Section
Articles