Peningkatan kesadaran warga sekitar sungai luk, desa Sambik Bangkol terhadap mitigasi banjir lokal melalui sosialisasi penerapan sistem eko-hidrolik dan “resik-resik kali”

  • Muhammad Khalis Ilmi Universitas Muhammadiyah Mataram
  • Ari Ramadhan Hidayat Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram
  • Swahip Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram
  • Nurul Hidayati Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram
  • Ringgi Puteri Semengasbumi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram
  • Titik Wahyuningsih Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram
  • Anwar Efendy Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram
  • Hafiz Hamdani Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram
  • Mukhtar Toyyib Mahasiswa Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram
  • Dika Pratama Mahasiswa Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Mataram, Mataram
Keywords: flood mitigation; eco-hydraulic; resik-resik kali

Abstract

In 2013 and 2020, local flooding events occurred along the river segment adjacent to the area of Luk Barat Hamlet. These incidents resulted in the collapse of a resident’s wall, damage to structural elements of the Luk River Bridge, the blockage of a nearby spring, and the inundation of several houses within Luk Barat Hamlet. It is anticipated that similar disaster events may recur in the future. Therefore, it is necessary to enhance community education regarding flood mitigation through the dissemination of the Eco-Hydraulic System and the “Resik-Resik Kali”. The method employed in this community engagement activity involved a knowledge transfer approach through socialization sessions, followed by participatory discussions with local residents. The program concluded with the distribution of banana seedlings and the implementation of a “resik-resik kali” activity. This community engagement initiative successfully increased residents’ understanding of potential flood hazards and their associated risks, the benefits of applying an eco-hydraulic system utilizing banana trees for local flood mitigation, as well as practical insights into the “resik-resik kali” activities that have been widely implemented in other regions.

References

Badan Konservasi Sumber Daya Alam. (2021). Panduan Penanaman Vegetatif Multiguna di Zona Riparian. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2016). Profil kejadian bencana: 2005-2015 (Data Informasi Bencana Indonesia – DIBI). Jakarta: BNPB.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Utara. (2023). Kecamatan Gangga Dalam Angka 2023. Nomor Publikasi 52080.2314. Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Utara.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Utara. (2023). Statistik Daerah Kabupaten Lombok Utara 2023. Kabupaten Lombok Utara: Badan Pusat Statistik Kabupaten Lombok Utara

Maryono, A. (2008). Eko-hidraulik Pengelolaan Sungai Ramah Lingkungan, Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Mujiyo, M., Widijanto, H., Herawati, A., Rochman, F., & Rafirman, R. (2017). Potensi Lahan untuk Budidaya Pisang di Kecamatan Jenawi, Karanganyar. Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture, 32(2), 142-148.

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66. Sekretariat Negara

Sukawi. (2010). Bambu sebagai Alternatif bahan bangunan dan kontruksi di dearah rawan gempa. Jurnal Teras. 10(1)

Suryani, L., & Wijaya, K. (2022). Strategi mitigasi bencana berbasis tanaman pangan: studi keberlanjutan program penanaman pisang di desa pesisir. Jurnal Ekonomi dan Sosial, 8(1), 45-58.

Wibowo, T. E., & Suryadi, A. (2023). Analisis kekuatan akar pisang (musa paradisiaca) dalam mengikat tanah pada upaya mitigasi erosi di lahan basah. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 15(2), 112-125.

Published
2025-11-30