Integrasi Konsep Cultural Heritage Virtual Tourism dalam Mendukung Desa Budaya Tulusbesar Sebagai Destinasi Wisata

  • Dediek Tri Kurniawan Universitas Negeri Malang
  • Rizky Firmansyah Universitas Brawijaya
  • Adelia Shabrina Prameka Universitas Pendidikan Ganesha
Keywords: Cultural Heritage Virtual Tourism, Desa Tulusbesar, Desa Budaya, Digital Competency

Abstract

Eksistensi budaya di Desa Tulusbesar juga terancam karena berkurangnya minat dari masyarakat terhadap pelestarian budaya di sana. Padahal, potensi budaya yang dimiliki Desa Tulusbesar cukup besar yaitu kesenian bantengan, kuda lumping, karawitan, topeng Malang, kerajinan tangan, dan berbagai macam produk seni seperti wayang, kerajinan pahat, dan wayang orang. Tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat mengusung program Cultural Heritage Virtual Tourism (CHVT) pada Desa Budaya Tulusbesar. Tim pelaksana menggunakan kamera 360 untuk pembuatan virtual tour di Desa Tulusbesar. Adapun enam titik tersebut adalah Padepokan Mangun Dharma, Sanggar Srikandi, Sanggar Lintang Pandu Sekar, Panggung Terbuka, Gerbang Utama, dan Gor Gulat Desa Tulusbesar. Konten yang akan disajikan adalah berbagai video pertunjukan seni budaya (seperti tari topeng, bantengan, dan sebagainya) serta gambar-gambar dokumentasi produk seni yang dihasilkan di Desa Tulusbesar. Inovasi produk yang dihasilkan dalam program pengabdian ini diberi nama TulusGo sebagai konsep CHVT di Desa Tulusbesar. Peningkatan kompetensi digital menjadi sangat krusial dalam hal ini. Pelatihan terdiri dari pengenalan konsep CHVT dan operasionalnya, kompetensi digital untuk peningkatan layanan publik, serta peluang penggunaan AI pada desa digital.

References

Ashraf, A. R., Tek, N. T., Anwar, A., Lapa, L., & Venkatesh, V. (2021). Perceived values and motivations influencing m-commerce use: A nine-country comparative study. International Journal of Information Management, 59, 102318.

Barjah. (2024). Apa Saja Kekayaan Budaya Indonesia? Temukan Jawabannya di Forum ADIA. https://balitbangdiklat.kemenag.go.id/berita/apa-saja-kekayaan-budaya-indonesia-temukan-jawabannya-di-forum-adia

Fikri, M. A., & Huda, H. (2024). React Based Village Website Front-End Application. 2024 IEEE 22nd Student Conference on Research and Development, SCOReD 2024, 729–733. https://doi.org/10.1109/SCOReD64708.2024.10872683

GoodStats. (n.d.). Mengenal Warisan Budaya Takbenda Indonesia dan Sebarannya. https://goodstats.id/infographic/mengenal-warisan-budaya-takbenda-indonesia-dan-sebarannya-vl2Fi

Jacoby, J. (2002). Stimulus‐organism‐response reconsidered: an evolutionary step in modeling (consumer) behavior. Journal of Consumer Psychology, 12(1), 51–57.

Lee, J.-C., & Chen, X. (2022). Exploring users’ adoption intentions in the evolution of artificial intelligence mobile banking applications: the intelligent and anthropomorphic perspectives. International Journal of Bank Marketing, 40(4), 631–658.

Li, J., Zhang, S., & Ao, W. (2023). Why is instant messaging not instant? Understanding users’ negative use behavior of instant messaging software. Computers in Human Behavior, 142, 107655.

Madden, L. (2011). Professional augmented reality browsers for smartphones: programming for junaio, layar and wikitude. John Wiley & Sons.

Mehrabian, A., & Russell, J. A. (1974). An approach to environmental psychology. the MIT Press.

Munir, M. (2021). Ragam budaya indonesia sebagai strategi dalam membangun literasi dan sdm masyarakat. Ambarsa: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 43–54.

Rid, W., Ezeuduji, I. O., & Pröbstl-Haider, U. (2014). Segmentation by motivation for rural tourism activities in The Gambia. Tourism Management, 40, 102–116. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2013.05.006

Sampat, B., & Raj, S. (2022). Fake or real news? Understanding the gratifications and personality traits of individuals sharing fake news on social media platforms. Aslib Journal of Information Management, 74(5), 840–876.

Santosa, B. (2024). Menjaga desa wisata berkelanjutan dan jadi penggerak ekonomi. Retrieved from Pemerintah Kabupaten Sarolangun. https://sarolangunkab.go.id/artikel/baca/menjaga-desa-wisata-berkelanjutan-dan-jadi-penggerak-ekonomi

Savira, A., Sulisfiani, A., Aprianda, D., Hudi, I., Mahda, M. Y., Listi, O. C., & Maharani, R. W. (2024). Pandangan terhadap keragaman budaya Indonesia di negara lain. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(6), 380–385.

Wu, S., Wong, I. A., & Lin, Z. C. J. (2021). Understanding the role of atmospheric cues of travel apps: A synthesis between media richness and stimulus–organism–response theory. Journal of Hospitality and Tourism Management, 49, 226–234.

Wulandari, D. (2024). Implementasi program pemajuan kebudayaan desa: tinjauan pemberdayaan masyarakat berbasis budaya. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 9(1), 20–34.

Yin, Z.-Y., Huang, A.-M., & Huang, Z.-Y. (2024). Virtual tourism attributes in cultural heritage: Benefits and values. Tourism Management Perspectives, 53, 101275.

Zahrah, A., Eriawan, G. A., Putri, S. M., & Sholihah, D. D. (2025). Peningkatan Kapasitas UMKM Batik Rosela melalui Diversifikasi Produk dan Pemasaran Digital. Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 602–612.

Zhang, Z., Guan, C., Chen, H., Yang, X., Gong, W., & Yang, A. (2022). Adaptive Privacy-Preserving Federated Learning for Fault Diagnosis in Internet of Ships. https://doi.org/10.1109/jiot.2021.3115817

Published
2026-09-23